INSPIRASI USAHA

INSPIRASI USAHA

Tulisan ini merupakan rangkaian permenungan dari hasil pertukaran pikiran diantara kami kaum entepreneurs dari berbagai disiplin bahkan berbagai perguruan tinggi terlebih dengan kawan-kawan universitas ciputra.

Dalam entrepreneurs yang beragam pada hakekatnya adalah berorientasi bisnis dalam arti luas, apapun bentuknya baik dalam berbagai bidang kehidupan diantaranya :

  • academic entepreneurs
  • social entepreneurs
  • bisnis entepreneurs
  • birocration entepreneurs

Diakui bahwa pergumulan dan kenyataan dalam penerapan dunia akademik terhadap dunia empiric dapat berbanding terbalik, artinya besar kemungkinan para peserta didik yang telah lulus masih dimungkinkan terjadi salah pilih yang tidak sesuai dengan karakter aslinya, karena dalam sistem akademik kita masih menganut sistem pendidikan yang kaku [masuknya mudah, keluarnya juga mudah], sementara sistem yang baik adalah masuknya susah, keluarnya mudah atau sebaliknya masuknya mudah, keluarnya susah. Artinya outcome dari sistem pendidikan hasilnya baru dapat dirasakan manfaatnya oleh peserta didik setelah sekian tahun berdasarkan pengalaman mereka didunia kerja. Buruknya sistem pendidikan kita ditandai oleh beberapa parameter mulai dari gonta-gantinya kurikulum, tingkat kelulusan bahkan dilihat dari jumlah angka pengangguran terdidik yang bukan hanya dari sekolah umum tetapi dari level sarjana bahkan master yang kesulitan mencari pekerjaan. Bukan hanya dialamatkan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatur pasar tenaga kerjanya saja yang menjadi pemicunya tetapi juga karena parahnya budaya masyarakat kita yang tidak seiring sejalan.

Secara garis besar dari permenungan dapat kami rumuskan bahwa menuju dunia entepreneurism dapat diuraikan sbb :

  1. penguasaan karakter dasar [personal capacity, mental, spirit, motivasi, idealisme/ideologi dst]
  2. penguasaan karakter usaha [kemampuan produksi ide, barang, instrumentasi, dst]
  3. penguasaan karakter pasar [kemampuan menetrasi dan menguasai pasar]
  4. penguasaan karakter jaringan [network solution, patrnership]
  5. penguasaan trend bisnis [membaca harmony trend global]
INSPIRASI USAHA

MENGENAL KARAKTER JENIS USAHA DAN KARAKTER PELAKU BISNIS

Menjadi pengusaha sangatlah mudah untuk dilakukan siapa saja, apalagi dalam masa sulit seperti sekarang ini secara tidak langsung telah mendorong banyak orang untuk melakukan bisnis kreatif, berkompetisi untuk dapat memenuhi kebutuhan ditengah melambungnya harga-harga kebutuhan rumah tangga. yang cukup tinggi, sementara nilai pendapatan relatif tetap.  Memang tidak semua orang terdorong untuk melakukan bisnis karena merasa tidak memiliki jiwa atau karakter bisnis. Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi sikap tersebut adalah faktor budaya yang tidak mendukung dalam iklim untuk melakukan bisnis karena dalam budaya jawa lebih didominasi oleh mental “priyayi” yang maunya serba dilayani dan “mental pekerja” yang bisanya melayani disisi lain. Kondisi tersebut tentu saja sangat kotras dengan sikap “mental bisnis” yang terbiasa untuk mandiri dan bertahan dalam keadaan apapun. Untuk mengenal karakter yang sesungguhnya sebenarnya bukan hanya terkait dengan kegiatan bisnis tetapi untuk pengembangan diri semua orang butuh mengenal karakter kepribadiannya.

Psikologi bisnis mengajak pelaku bisnis untuk tidak ikut-ikutan dalam melakukan suatu bisnis atau biasa disebut “rubuh-rubuh gedang” untuk melakukan bisnis yang sama. Tidak ada yang salah dengan pilihan tersebut namun perlu kecermatan saat mana melakukan “hit and run” sebelum berakhirnya trend tersebut. Bukan barang baru prinsip bisnis telah mengajarkan bagaimana melihat batas kemampuan batas ukur kekuatan suatu trend bisnis yang lazim dipraktekkan pelaku bisnis melihat booming sesaat dengan pertimbangan nalurinya. Kondisi semacam ini jelas tidak salah bila mampu bermain dengan perhitungan matang maka akan mendapatkan keuntungan yang tinggi namun bila kurang perhitungan maka justru akan jauh merugikan, misalnya pada saat trend bisnis orang jualan molen pisang, bakso, wartel, voucher isi ulang, loundry, warnet, franchise, dst. Pelaku bisnis memang harus memiliki karakter bisnis yang kuat bahkan menjalankan bisnis dengan atau tanpa modal sekalipun akan tetap dapat melihat celah bisnis yang selalu menguntungkannya.

Sebenarnya pilihan usaha apapun tertentu tidaklah salah tetapi semestinya harus ada kesesuaian karakter jenis usaha dengan karakter bisnis pelakunya harus sama. Semua bisnis selalu ada resikonya, namun bila dicermati untuk menjamin kelangsungan bisnis dapat memilih bisnis yang secara langsung bersentuhan dengan kebutuhan pokok misalkan produksi makanan pokok, jasa transportasi, dst dengan memperhitungkan berbagai variabel yang mempengaruhinya. Kesesuaian karakter jenis usaha dengan karakter pelaku usaha juga penting dimana tidak dapat diukur dari tingkat pendidikan formal tetapi dari kekuatan motivasi individu yang bersangkutan. Berbagai kisah sukses dan tidak sukses pelaku bisnis disekitar kita sangatlah banyak . Memang ada banyak contoh pengusaha bernasib baik langsung sukses melesat tanpa banyak kesulitan, tetapi perlu diingat bahwa pengalaman empirik merupakan dasar kekuatan karakter pengusaha dimanapun. Tidak kurang juga kisah jatuhnya pelaku bisnis sekaligus tertimbun hutang dan untuk mengembalikan kondisi psikologinya juga butuh waktu yang sangat lama bahkan sampai kisah tragis meningkatnya trend bunuh diri. Untuk mendapatkan pengalaman maka orang perlu proses belajar sungguh-sungguh, harus melalui proses berbagai ujian berat bahwa untuk mencapai suatu keberhasilan semuanya bukan mimpi. Sebenarnya dalam dunia bisnis mengenal suatu kekuatan atau daya ketahanan terhadap berbagai rintangan yang mendewasakan merupakan konsekuensi logis didunia bisnis ditengah kompetitor yang ingin menguasai situasi sehingga pelaku bisnis juga perlu mengenali dunia bisnis yang digeluti sesungguhnya.

Karakter pengusaha atau pelaku bisnis dapat ditunjukkan sejauhmana dapat memuaskan konsumen adalah modal utama, karena disitu ada pengalaman, kreativitas, keuletan, kedisiplinan, ketepatan dalam mengambil keputusan. Dalam mengenali dan menguasai dunia bisnis tidak berbeda dengan penguasaan sistem organisasional secara keseluruhan. Penguasaan bisnis tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman parsial tetapi perlu referensi secara menyeluruh dalam posisi mana pelaku bisnis berada dalam peta bisnis tersebut. Referensi ini cukup penting untuk menegaskan peran dan fungsi pelaku bisnis dalam menangkap makna kebutuhan pasar guna diprospek dalam kegiatan produksi bisnis yang sekaligus sebagai jawaban dalam menetrasi pasar. Hal ini untuk menegaskan bahwa dalam bisnis bukan bertumpu kepada makna apa yang dapat dilakukan tetapi menangkap makna sesungguhnya apa yang dibutuhkan pasar. Hal ini dapat digambarkan bahwa sebagus apapun produk yang kita ciptakan kalau tidak dapat berhadapan dengan pasar maka tidak akan terjadi suatu transaksi. Karakter bisnis sangat berkaitan dengan hukum pasar dimana disitu muncul permintaan kebutuhan pasar maka akan terjadi lowongan untuk memenuhi ketersediaan barang kebutuhan tersebut.

Karakter bisnis dan karakter pelaku bisnis bukanlah barang sepele karena merupakan “inti atau roh” yang akan memberi motivasi menggerakkan munculnya pelaku bisnis untuk mengaktualisasikannya secara total kedalam bentuk usaha baru yang dirintisnya. Budaya bisnis yang cenderung egois, disiplin, tertib, tidak mengenal rasa malu atau ewuh-pekewuh, dst. Hal ini tentu saja sangat kontras dengan budaya atau adat kebiasaan timur yang cenderung mengedepankan solidaritas kegotongroyongan, penuh toleransi dan budaya malu. Sebenarnya untuk menumbuhkan budaya bisnis dan karakter bisnis di Indonesia iklimnya cukup bagus dimana streaming budaya dan kebijakan yang dicanangkan pemerintah sangat memungkinkan bahkan sangat diharapkan semua pihak, termasuk dukungan permodalan untuk UKM/UMKM dari dunia perbankan.

INSPIRASI USAHA

MENGENAL KARAKTER PASAR

Pasar tidak dapat diciptakan dalam waktu sekejab, pasar biasanya tumbuh alami yang sesungguhnya membutuhkan proses yang panjang. Untuk mengenal pasar yang sesungguhnya butuh membutuhkan ketajaman rasa seperti halnya proses menganal semua aspek kehidupan yang memiliki nilai citarasa seni, begitu juga dengan dunia bisnis sangat sarat dengan seni dalam segala hal. Mulai dari proses produksi sampai proses pemasaran memiliki karakter yang spesifik. Dunia bisnis alurnya bermuara menuju pasar dengan lika-likunya, dengan fluktuasinya yang berubah setiap saat yang dapat dibaca dari respons minat konsumen, baik yang bersifat temporal, jangka pendek (setiap bulan) atau bersifat jangka panjang (tahunan). Hal ini sungguh menarik karena gejala fluktuasi tersebut sifatnya relatif sehingga pelaku bisnis harus mencermati segala hal yang berkaitan dengan bisnis tersebut untuk memenuhi target produksi maupun pemasaran dengan pengaruh terbesarnya yaitu saat puncak pendapatan dan saat puncak pembelanjaan masyarakat.  Karakter pasar memiliki ciri khusus seperti halnya oase dengan sifat musiman atau temporal, ada juga pasar yang sifatnya tanpa mengenal musim atau terus berlangsung tanpa henti. Khusus untuk pasar yang sifatnya temporal akan lebih cocok menerapkan sistem pengelolaan pasang surut dimana pada saat panen sebaiknya pendapatan diprioritaskan untuk disimpan guna menutupi kekurangan pada saat paceklik. Misalkan pada saat pertengahan tahun orang membuat skala prioritas pos anggaran pendidikan yang didahulukan maka trend bisnis mengekor bagaimana pengembangan fasilitasi pendidikan yang sifatnya komplementer bagaimana membuka celah dunia bisnis tersebut misalkan mulai dari seragam, buku, komputer, dst. Variabel lain yang besar pengaruhnya adalah kaitan perhitungan tahun jawa sebagai bulan baik untuk hajatan dengan tingkat permintaan kebutuhan pasarnya, begitu juga dengan masa akhir tahun biasanya akan ramai dengan musim liburan sekolah, trend pada saat lebaran, liburan sekolah dan masih berbagai variabel lainnya.

Karakter pasar tidak dapat diabaikan begitu saja karena dunia bisnis hidup matinya sangat tergantung dari keadaan pasar dimana hampir secara umum pelaku bisnis serta konsumen sama-sama memperhatikan perlindungan konsumen. Trend yang sedang berlangsung dalam pasar juga fluktuatif karena konsumen pada saat sekarang ini sangat pintar, sangat selektif dalam berbelanja, sangat piawai menentukan kebutuhan, sangat memperhatikan mutu/ kualitas barang, dst. Kondisi ini juga tersegmentasi oleh hadirnya pasar modern semisal pasar swalayan besar yang tampil total bersaing ketat dengan pasar tradisional, semuanya menawarkan kelebihan yang dimiliki. Guna menghidupkan suasana pasar yang sedang lesu maka mau tidak mau pelaku bisnis disektor rumahan dan tradisional perlu melakukan promosi untuk menggugah minat konsumen melalui berbagai sistem pemasaran yang ditawarkan. Dalam hal ini membutuhkan konsentrasi pengelolaan usaha secara terorganisasir baik dalam skala besar maupun skala kecil. Bahkan penataan sistem usaha pada saat ini sangat terbantu dengan hadirnya software penunjang kelancaran usaha yang menerapkan sistem pengelolaan persediaan bahan produksi, sistem pengelolaan produksi, sistem pengelolaan pemasaran, termasuk unsur pengelolaan sistim organisasi, sistim administrasi, sistem laporan keuangan, sistim pembagian kerja, sistim koordinasi, strategi pemasaran, recycling limbah, dst. Pengusahaan bisnis memang mengandalkan totalitas artinya seluruh bagian harus terkelola dengan baik berupa kesempatan, kekuatan permodalan dan karakter sumber daya manusia dimana semuanya memiliki kontribusi terhadap keberhasilan. Semuanya butuh dukungan perencanaan serta pengembangan usaha dalam memanfaatkan berbagai sumber daya serta kemampuan mengelolan potensi permasalahan serta mengelola resiko seminimal mungkin.

Singkatnya untuk menjadi pelaku bisnis yang sejati minimal memiliki insting naluri bisnis yang kuat sedangkan untuk pemula sebaiknya berpedoman pada garis-garis panduan atau pegangan yang didesain sendiri secara praktis untuk dijadikan prinsip-prinsip dasar yang harus diketahui untuk mewujudkan atau mengembangkan usaha baru yang sedang dirintisnya tersebut, supaya sesuai dengan harapan dalam setiap proses pentahapan. Setiap proses pentahapan membutuhkan suatu ukuran minimal yang akan dicapai dengan mengerjakan skala prioritas tertentu. Hal ini penting karena dalam rintisan usaha baru fasilitasinya tidak dapat langsung diwujudkan seratus persen tetapi diwujudkan secara mengalir atau “learning process” bahwa semuanya harus berproses sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.  Pemetaan karakter pasar sangat diperlukan guna menyesuaikan rancangan bisnis yang akan dilakukan untuk meminimalkan dampak resiko yang mungkin harus dihadapi oleh pelaku bisnis pemula. Rancangan bisnis perlu dilakukan secara menyeluruh dan sistematis untuk mengelola sumber daya, mengelola potensi pasar, mengelola keuangan, mengelola sampai kepada “titik zero atau break event point” dan mengelola resiko yang bakal ditimbulkannya. Hal ini sangatlah lumrah untuk melakukan suatu usaha membutuhkan proses pembentukan karakter bisnis yang kuat dan yang menjadi penentu keberhasilan adalah diri kita sendiri.

Karakter pasar merupakan faktor utama tumbuhnya bisnis kreative, mendorong munculnya pemekaran atau penggabungan bisnis, memunculkan tumbuhnya tenaga kerja potensial dan karakter pasar akan berkontribusi terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi dalam masyarakat. Relevansi bahasan mengenai wirausaha menjadi penting artinya ditengah situasi yang semakin sulit dan bingung mencari pekerjaan kuncinya ada ditangan kita sendiri sejauh mana dapat melakukan terobosan dalam memenuhi pendapatan keluarga untuk mampu mengidentifikasi kebutuhan pasar.

Menguasai karakter pasar sama halnya dengan mengasai jendela dunia, apalagi ditunjang dengan kesamaan karakter pelaku bisnis maka sangat memungkinkan untuk melakukan suatu aktivitas bisnis yang menghasilkan produktifitas yang tinggi. Begitu juga dalam hukum ekonomi maka kemampuan untuk mengelola usaha yang baik akan menghasilkan suatu kesempurnaan bahwa suatu bisnis akan menjadi bagian dari gaya hidup.

INSPIRASI USAHA

SEMUA USAHA SELALU DIMULAI DARI KECIL

Pada saat ini dalam setiap keluarga masih mengandalkan mono income yaitu dari tulang punggung keluarga, namun melihat tingkat pendapatan keluarga yang relatif tetap dan pengeluaran keluarga yang semakin tinggi maka mau tidak mau keluarga akan berkembang kearah trend setiap keluarga akan memiliki multi income. Hal ini tercermin dalam konfigurasi ekonomi makro yang diterapkan pemerintah Indonesia memang sudah memberikan stimulan namun juga sangat jelas keberpihakan terhadap kesejahteraan nasib rakyat kecil belum diperhatikan dengan baik padahal sudah memasuki era setelah masa reformasi ada kecenderungan meningkatnya harga-harga disemua sektor sementara dari upah minimum setiap propinsi tidak lagi dapat mengejar kenaikan harga-harga tersebut.

Merupakan suatu langkah maju dan tindakan yang bijaksana diantara pilihan ide menjadi rintisan bisnis yang nyata. Melihat orang mulai merintis usahanya dari kecil dan sukses merupakan hal yang indah dan menyenangkan orang disekitarnya. Apapun usahanya bila menemukan kendala merupakan respons positif dalam dunia yang sesungguhnya karena merintis usaha dari kecil butuh proses untuk mengenal dunia baru yang membutuhkan sebuah kesabaran, ketekunan dan teknik-teknik tersendiri untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi dimana hal tersebut tidak semua orang bisa melakukannya. Membangun karakter budaya bisnis membutuhkan suatu konsistensi sikap karena berhadapan dengan banyak orang bagaimana mempertahankan reputasi yang telah dimiliki melalui respons konsumen yang menjadi pelanggan, katakanlah sama-sama orang berjualan barang yang sama dalam situasi pasar yang sama akan tetapi perbedaan sikap pelaku bisnis yang satu sikapnya simpatik yang satu tidak simpatik maka memberikan hasil yang berbeda, belum lagi soal fasilitas, sikap pelayanan atau perlakuan, disparitas harga, waktu pelayanan buka dan tutup, dan masih lagi. Prinsipnya menjaga sikap kepribadian adalah bagian dari pelayanan bisnis. Tingkat kepuasan konsumen justru diawali dari hal-hal kecil yang sangat sepele tetapi memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan dan minat konsumen.

Menjatuhkan pilihan bisnis ibarat menjatuhkan pilihan untuk meminang sebuah harapan dengan segala resiko yang akan dihadapinya secara total. Dunia bisnis merupakan dunia baru yang memiliki dinamika unik yang membedakan usaha satu dengan yang lainnya semenjak mulai dari proses rintisan awal yang didahului melalui proses maping dunia bisnis tersebut untuk mengkalkulasi masa puncak, masa manis dan masa pahit dapat diprediksi sejauh mungkin. Dalam menjalankan bisnis membutuhkan konsentrasi total untuk berkreativitas dalam mencitrakan bisnis tersebut sebagai sesuatu yang meyakinkan konsumen sebagai aspek promotif sekaligus untuk memberi brand image sehingga orang tertarik dengan keunggulan komparatif suatu usaha yang ditawarkan tersebut.

Rintisan bisnis sebaiknya mendasarkan karakter bisnis dan karakter pelaku bisnis untuk selalu dapat melihat peluang dalam keadaan apapun dan dimanapun, sehingga dalam bisnis tidak selalu wajib investasi padat  modal, acuan dalam ekonomi lebih mengutamakan modal usaha sekecil mungkin dan menghasilkan keuntungan yang semaksimal mungkin. Semuanya sangat tergantung dari skala bisnis yang dipilih bagaimana mengelola  seluruh asset sumber daya yang dimiliki dengan memperhitungkan segmen pasar. Satu contoh dikawasan bugisan yogyakarta ada suatu usaha angkringan yang fasilitasinya cukup sederhana, bersih, nyaman dan suasananya rileks. Menu yang disajikan cukup sederhana yaitu nasi kucing dengan sayur khasnya plus brongkos yang dijual dengan harga murah untuk cukup melegakan konsumen. Suasananya cukup nyaman sehingga mampu membuka segmen yang tidak hanya dari kelas bawah tetapi ada juga konsumen dari kelas menengah yang sangat mapan sehingga sering digunakan sebagai basis bertemunya kaum pekerja seni. Tidak ayal lagi maka tempatnya semakin ramai dengan brand image yang cukup bagus untuk menghembuskan promosi warung angkringan. Kalau dievaluasi sebenarnya cukup sederhana dalam bisnis dapat dilakukan bagaimana memperhatikan minat konsumen, ketersediaan bahan, modal kecil dan ketepatan pilihan jenis usaha dan ketepatan waktu berlangsungnya usaha. Sedangkan faktor eksternal adalah unsur penarik dan pendorong yang disadari dapat diciptakan juga tergantung dari konteks apa potensi tersebut akan dimunculkan. Semua bisnis yang sukses dimulai dari hal yang kecil dan sepele, memeliharanya dengan kesabaran dan ketekunan, dan berjuang secara sungguh-sungguh, pada akhirnya akan memberi efek yang luar biasa. Apapun usahanya, jika dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh pasti akan mencapai kesuksesan.

Bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu menggabungkan karakter atau kemampuan dasar pelaku bisnis dengan karakter bisnis itu sendiri sehingga orang melakukan bisnis bukan semata-mata karena kuatnya permodalan, tetapi karena mampu mengelola karakter bisnis yang ditopang dengan permodalan yang kuat sehingga memudahkan starting bisnis sebagai bentuk aktualisasi diri selain hobi memanfaatkan peluang pasar. Dengan demikian bisnis mengedepankan kemampuan sumber daya manusianya dan bukan semata-mata karena kuatnya permodalan. Kondisi ini juga sangat lazim dipakai untuk referensi pinjaman di lembaga keuangan pemerintah bahwa aspek kebutuhan modal jatuh pada pilihan terakhir setelah dilakukan audit kemampuan pengelolaan suatu bisnis sebagai jaminan imbal baliknya. Mereferensikan ide kesuksesan bisnis orang lain mungkin merupakan langkah yang praktis, tetapi tidak selalu memberikan jaminan apapun, karena masing-masing pribadi mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Tetapi semua kembali kepada kemampuan sendiri bilamana hal tersebut mampu dilakukan prinsipnya tidak menjadi masalah, bahkan mungkin kita dapat menyempurnakan kekurangan dari referensi bisnisnya orang lain. Prinsipnya jangan menduplikasikan mentah-mentah ide bisnis orang lain. Apapun jenis usahanya, lakukan saat ini juga!

INSPIRASI USAHA

MEMULAI BISNIS DIRUMAH

Pada saat ini banyak keluarga tanggung mengalami kesulitan dalam melakukan starting bisnis atau bahkan berulangkali gagal dalam berbagai jenis bisnis yang dipilihnya. Kondisi tersebut dirasakan cukup pahit bagaimana tidak untuk mencukupi kebutuhan makan saja susah apalagi mau melangkah kearah bisnis. Namun demikian sebaiknya anda tidak perlu berkecil hati karena anda sebenarnya tengah didewasakan oleh situasi. Bila ditelusuri sumber kebingungan tersebut berasal dari kebingungan individual yang belum dapat mengenali karakter asli diri yang sebenarnya berbanding lurus dengan karakter pilihan jenis usahanya.  Memang untuk mencermati hal ini terkadang butuh suhu atau orang lain yang lebih mengenal karakter pelaku dan jenis usaha guna memandu bagaimana melihat kapasitas kepribadiannya sebelum masuk dalam dunia baru yaitu dunia bisnis yang sesungguhnya. Bisa juga melalui self awarness atau proses kesadaran diri yang kita miliki untuk menentukan nasib masa depannya sendiri. Setelah memasuki suasana tenang fokuskan kesiapan anda untuk masuk dalam dunia bisnis sekalipun dalam skala rumah tangga sudah cukup memberi kontribusi yang sangat besar dalam mengaktualisasikan diri dalam berbisnis.

Beberapa pilar kekuatan pengusaha kecil antara lain adalah banyaknya sumberdaya alam, sumber daya manusia dengan berbagai keahliannya serta dukungan kebijakan serta permodalan dari pemerintah. Disadari meningkatnya perkembangan bisnis di Indonesia secara signifikan justru terpacu karena terpaan krisis ekonomi yang terjadi. Merupakan konsekuensi logis dimana terjadi daya beli merosot maka memaksa orang melakukan ekspansi pasar secara total untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat ditolelir lagi. Hal ini mendorong munculnya pelaku bisnis dalam suasana yang kondusif karena nasibnya sama-sama beranjak dalam fase starting bisnis dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

Membuka usaha kecil adalah membuka harapan melalui bentuk usaha yang sangat praktis dan banyak diminati masyarakat karena dapat meningkatkan kreativitas, aktualisasi diri, menghibur dan  yang terakhir kebanyakan orang memilih usaha kecil karena dapat menambah pendapatan keluarga. Pilihan tersebut cukup simpel karena modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar dan resikonya kecil, produk yang dijual dapat di buat sendiri yang sekiranya tidak terlalu rumit atau bahkan menjualkan produk yang sudah ada dipasaran. Aktivitas semacam ini disisi lain juga menyerap tenaga kerja yang cukup tersedia dalam masyarakat.

Tidak kalah kreatifnya pada saat ini tengah muncul trend baru bahwa untuk menetrasi pasar bahkan banyak perusahaan besar yang beroperasi tidak hanya melibatkan agen besar tetapi justru melibatkan person dalam skala usaha rumah tangga secara freelance. Kondisi ini tentu saja menambah menu pilihan yang diminati masyarakat dalam berbisnis yang secara langsung berhadapan dengan konsumen dengan keunggulan komparatif potong kompas yang melaju cepat dibandingkan model pemasaran secara multilevel. Strategi yang mengandalkan stok bisnis yang didukung dengan jumlah kanvas pemasaran ini ternyata cukup efektif dan mampu meningkatkan target dan omzet penjualan.

Keunggulan komparatif dengan membuka usaha kecil pada umumnya memiliki daya tahan bila dibandingkan usaha lain, selain karena fakor permodalan bahwa membuka usaha kecil jumlah modal yang dibutuhkan relatif kecil, tidak membutuhkan tempat yang luas, produknya bisa memilih atau bahkan membuat sendiri, tidak harus berbadan hukum, beresiko kecil, keuntungan dapat ditentukan sendiri, tidak membutuhkan campurtangan banyak pihak.

Dukungan kebijakan pemerintah juga secara umum telah mendorong kearah pengembangan entepreneurship sebagai bagian materi dalam pendidikan nasional serta memprioritaskan usaha kecil menengah (UKM) melalui kredit perbankan juga cukup kondusif karena adanya banyak kemudahan untuk mendapatkan dukungan permodalan. Kondisi dirasakan cukup signifikan untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat serta memaksimalkan berbagai sumber daya yang ada. Hanya saja masyarakat masih belum cukup siap dikarenakan adanya konflik kebudayaan serta lemahnya institusionalisasi sektor produksi kerakyatan karena lemahnya penguatan ditingkat bawah.

INSPIRASI USAHA

BISNIS BUTUH KEPEKAAN PANCA INDERA

Siapa bilang bisnis tidak butuh totalitas, siapa bilang bisnis hanya perlu alakadarnya, siapa bilang keberhasilan bisnis tidak mengandalkan panca indera yang terdiri dari mata, hidung, telinga, lidah, kulit dan rasa. siapa bilang bisnis tidak memadukan seluruh kekuatan indera, siapa bilang bisnis cukup didelegasikan, siapa bilang bisnis tidak mengenal improvisasi, dan seribu pertanyaan lainnya. Mari kita belajar dari kesuksesan orang lain dalam pengelolaan bisnis yang dapat dikatakan bahwa hampir seluruhnya adalah bentuk-bentuk jawaban atas pertanyaan diatas. Kegagalan bisnis sangat mungkin berawal karena lemahnya pelaku bisnis dalam mengelola kekuatan panca indera yang sebenarnya satu garis lurus dengan dunia bisnis. Salah satu contoh company internasional yang sukses untuk dijadikan contoh kali ini adalah company yang bergerak dalam penjualan minuman kopi bercita rasa seni tinggi dan telah memadukan hasil riset, telah menunjukkan bahwa kopi yang dijual disini sangat berbeda dengan kopi tradisional yang biasa kita jumpai disekitar kita.

Titik perbedaan adalah salah satu kunci bisnis tersebut adalah kreatif untuk mampu memenuhi tuntutan kemampuan untuk memuaskan konsumen dengan menghadirkan sentuhan rasa baru atau taste yang menjadi ciri khas multi rasa sebagai band images dari kebanyakan produk sejenis tersebut telah ditunjukkan mulai dari :

satu, kemampuan untuk menarik konsumen dengan menghadirkan suasana yang nyaman dengan kemudahan akses serta penataan tempat duduk serta ruang pencahayaan yang baik, kemampuan menjaga kebersihan dan yang terpenting dalam hal ini adalah kemampuan tata pelayanan penyajian yang memakai unik dengan pernak-pernik motif gelas cukup menarik perhatian pengunjung (mata),

kedua, kemampuan untuk menggugah selera konsumen dengan memberikan sentuhan lembut dengan kesan kuat disekitar area yang mencirikan taste rasa dari bebauan menalui aroma dari sajian menu yang baru diolah saja sudah memiliki aroma kopi olahan yang sangat khas (hidung),

ketiga, kemampuan untuk menarik konsumen dengan memberikan kesan suasana yang tidak lagi bising, cukup memberikan kesempatan orang untuk berinteraksi begitupun pada saat disajikan menu dihidangkan maka muncul buih segar yang sangat khas (telinga),

keempat, kemampuan untuk menarik konsumen pada saat mencicipi sajian minuman sudah langsung rasa atau taste citarasa tinggi yang unik yang menembus dibawah lidah sehingga terasa sampai beberapa saat kemudian. Hal ini secara sensorik ini cukup untuk mempengaruhi orang memiliki rasa cinta untuk kembali menikmati citarasa tersebut (lidah),

kelima, kemampuan untuk menarik kesan konsumen dengan melalui sentuhan rasa nyaman pada saat minum memakai gelas yang unik dikulit bahwa dengan meminum kopi olahan mereka sangat berbeda sekali bila dibandingkan kebiasaan meminum kopi tradisional yang pasti terasa lengket ditangan (kulit),

Totalitas yang ditunjukkan dalam mengolah bisnis tersebut tidak sebatas yang terkait dengan proses pelayanan pemasaran saja tetapi juga ditunjukkan melalui berbagai peringatan hari kopi se-dunia untuk menghadirkan brand image terhadap masyarakat umum yang belum mengenal produk spesial mereka.  Walaupun pada awalnya ditujukan untuk menujukkan nkomitmen mereka kepada para petani kopi yang memproduksi kopi tersebut, namun jelas bahwa kegiatan tersebut bukan ditujukan kepada petaninya tetapi kepada masyarakat luas yang mengajak seluruh pelanggannya untuk merayakan komitmen mereka dalam mempersembahkan pelayanan bagi pelanggan maupun petani kopi yang memiliki pasar dagangan besar dunia. Rangkaian kegiatan tersebut memang dapat dikaitkan para pelanggan loyal yang menamakan diri starbuckers. “Sebelumnya saya tidak tahu.  Mereka sendiri saja yang menamakan diri starbuckers karena keseringan nongkrong di Starbucks. Tapi kami ingin sekali mengadakan pertemuan dengan mereka secara khusus dalam kegiatan-kegiatan yang positif, seperti yang berkaitan dengan environment mungkin,” ujarnya usai momen Good Coffee Day di gerai Starbucks Plaza Senayan

INSPIRASI USAHA

BISNIS ADALAH SELF GARANTIE

Self garantie adalah jaminan hidup yang diciptakan secara mandiri bagaimana membangun dan menyiapkan jaminan hidup secara berkelanjutan. Berharap dari program pemerintah atau lembaga sosial lainnya adalah suatu hal yang percuma karena sifatnya charity dan sementara. Self garantie adalah jaminan yang sifatnya privat dimana seseorang mendapat kepercayaan, maka pihak lain akan melakukan bentuk negosiasi dalam berbagai jenisnya. Jaminan diri adalah suatu kata kunci yang harus dilakukan pelaku bisnis karena didalamnya akan terjadi multi akses dimana orang mampu memberikan jaminan diri yang baik maka seribu pintu akan terbuka namun sebaliknya disaat orang sudah tidak lagi dapat dipercaya maka sejuta pintu tidak akan terbuka.

Semuanya itu diakibatkan karena perubahan glogal dimana pada posisi tertentu memberikan ruang kemudahan karena percepatan pertumbuhan ekonomi yang semakin memberikan berbagai terobosan baru, namun disisi lain juga mengakibatkan menyempitnya ruang gerak sebagian masyarakat yang tidak siap mengantisipasinya. Akibat dari pertarungan ideologi ketimuran dan ideologi kapitalisme pada kenyataannya telah mempengaruhi budaya harmoni ketimuran yang  tenang mendadak menjadi serba instan, serba cepat, serba privat, dengan berbagai kelebihan semakin komplitnya fasilitasi orang mempermudah memenuhi kebutuhan orang banyak. Untuk itu semua berpulang kepada kita sendiri untuk ikut menjadi pelaku bisnis atau sebagai konsumen yang baik. Disadari bahwa membanjirnya produksi pasar dengan harga kompetitif pada akhirnya tingkat daya beli masyarakat juga semakin rendah. Bisnis selalu menawarkan berbagai kemudahan yang ada seolah-olah segalanya menjadi serba mudah untuk menjembatani jarak komunikasi, meniadakan sekat ruang dan waktu termasuk mengakibatkan renggangnya hubungan rasa klan persaudaraan sedarah sekalipun menjadi hubungan kemitraan ikatan persaudaraan dalam nuansa bisnis. Semuanya menjadi harga mati yang sulit untuk dapat ditawar lagi oleh siapapun dan dimanapun.

Trend pada saat sekarang ini hampir semua keluarga melakukan berbagai kreativitas bisnis untuk mengupayakan doble income, sehingga disadari bahwa tingkat kompetisi dalam bisnis semakin tajam. Hal ini sebenarnya cukup menarik bahwa ketersediaan berbagai kebutuhan semakin lengkap tersedian dipasaran, hanya saja untuk tingkat daya beli masyarakat yang cenderung menurun sebagai akibat dari banyaknya variabel pengeluaran rumah tangga yang semakin komplit. Hal ini terjadi dikarenakan semakin banyaknya jumlah variabel barang dipasaran yang berbanding lurus dengan kebutuhan rumah tangga sehingga tingkat pengeluaran rumah tangga juga bertambah sehingga harus dicarikan pemasukan tambahan dalam setiap keluarga.

Siapa yang mau menjamin segala sesuatu yang dibutuhkan pelaku bisnis untuk menjaga kelangsungan suatu usaha. Sudah pastilah jawabannya kembali kepada kita sendiri apalagi dalam jaman yang serba sulit maka campur tangan pihak lain sifatnya hanya sesaat yang sebatas kepedulian orang tersebut selebihnya kembali sepenuhnya kepada kita sendiri.

Self garantie adalah sebuah sebuah manifestasi dari apa yang dimiliki pelaku bisnis dalam hal ini tidaklah berdiri sendiri tetapi self garantie adalah salah satu parameter kemampuan UKM dalam mengelola suatu usaha yang menghasilkan.

INSPIRASI USAHA

CARA MUDAH MEMULAI BISNIS

Starting bisnis tidak mengenal kondisi tetapi mengenal kesempatan, sehingga sejauh ada peluang bisnis dalam kondisi apapun bisnis dapat dilakukan.  Terkadang orang mempertimbangkan  keputusan yang  benar adalah keputusan yang tepat pada waktunya dimana pada saat peluang sudah mulai terbuka itulah kesempatannya.  Prinsipnya semakin mengulur waktu adalah suatu kerugian karena mengabaikan suatu kesempatan terkecuali kalau alasan pertimbangan kesiapan mental karakter pelaku bisnis, karakter bisnis dan karakter pasar yang memang perlu perhitungan yang matang melalui berbagai parameter tertentu memang dibutuhkan sebagai perangkat kerja.  Namun untuk level UKM tidaklah membutuhkan suatu perhitungan yang sedemikian rumit tersebut karena lebih mengandalkan motivasi bisnis sebagai faktor yang dominan.

Bisnis tidaklah identik dengan padat modal, belum tentu bisnis selalu mengedepankan modal justru modal adalah jatuh pada pilihan terakhir dimana setelah seluruh kalkulasi usaha dinyatakan layak maka modal adalah faktor pendorong  dan bukan penentu.  Sebagai perbandingan nyata dapat lihat sukses story dari para pengusaha kaya selalu berangkat dari keterbatasan mereka yang karena ketelitian dan kesabaran mereka tahap demi tahap peningkatan pada akhirnya akan berjalan dengan baik dalam meraih sukses.

cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.

Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.

INSPIRASI USAHA

MENYELARASKAN KARAKTER

Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.

Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.

Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem KONSINYASI.

Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.

Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.

Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Pengalaman di kios kami (Kios Addina), setelah terlihat tokonya hidup (banyak pelanggan dan banyak transaksi), ternyata banyak yang datang menawarkan konsinyasi. Awalnya kami sangat berhati-hati, ada rasa khawatir barangnya nanti tidak laku. Tapi Alhamdulillah banyak barang konsinyasi yang berhasil terjual di kios kami.

Barang yang ditawarkan ke Kios kami juga beragam. Awalnya hanya jilbab dan produk serupa, kemudian ada yang menawarkan minyak wangi, dan bahkan sekarang ada yang menitipkan tas wanita. Para pemilik barang yang menitipkan di kios kami, secara berkala mengecek barangya laku atau belum, perlu ditambah atau belum. Kadang juga cukup dilakukan dengan SMS dan jika sudah laku, pemilik barang datang ke kios kami untuk menerima pembayaran barangnya yang laku.

Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan barang lain dan mungkin barang yang tidak lakuk di kios kami bisa dan mungkin sekali laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uangpun mengalir…

INSPIRASI USAHA

MEMULAI BISNIS DENGAN OPTIMISME

Terbayangkah anda jika suatu saat memiliki bisnis yang dapat memenuhi segala kebutuhan hidup keluarga dan juga memberikan pekerjaaan kepada banyak orang. Apalagi bisnis yang kita kelola tersebut berhasil dan berkembang. Anda bisa memulainya dengan berandai-andai mempunyai bisnis yang nantinya akan memenuhi segala kebutuhan hidup, setelah anda berandai-andai evaluasi potensi yang ada pada diri anda selanjutnya untuk mulainya dibutuhkan keberanian , jika anda ingin menikmati kehidupan yang anda inginkan hadapilah resiko hidup sekaligus seperti pengalaman kawan saya Fadly Muin.

Krisis global yang melanda dunia banyak dampak yang kita rasakan terutama untuk mendapatkan pekerjaan sulit padahal untuk menyelesaikan pendidikan butuh waktu yang lama dan banyak biaya yang telah anda keluarkan, tetapi setelah anda bekerja terkadang imbalan yang anda dapatkan tidak sesuai dengan keahlian yang anda miliki.
Dalam kondisi seperti sekarang ini banyak orang memilih jenis pekerjaan informal yaitu bisnis, karena pekerjaan jenis ini adalah pekerjaan yang selalu terbuka lebar dan cukup menantang. Bagi anda yang belum banyak tahu dan bukan dari keluarga usahawan , anda jangan takut untuk memuai bisnis karena setiap manusia pastilah memiliki talentaseperti kawan saya Arief Maulana.

Memulai bisnis bukan sesuatu yang tidak mungkin, tetapi sangat mungkin bagi anda yang menginginkannya. Anda bisa belajar dari pelaku bisnis disekitar anda misalnya anda bisa bertanya kepada pedagang kecil, pedagang makanan, pedagang sembako, tukang cukur / salon dan lain-lain, anda bisa belajar bagaimana sepak terjang mereka dalam memulai bisnisnya apa saja kiat-kiat yang mereka lakukan dan kendala-kendala yang pernah mereka alami, walaupun daya pikir mereka sederhana tetapi kemampuan berfikir mereka untuk mengembangkan bisnisnya luar biasa. Pada dasarnya bisnis adalah pekerjaan yang sama dengan pekerjaan lainnya karena bisnis merupakan kegiatan sehari-hari yang bisa dikerjakan oleh semua orang, anda juga bisa memulai bisnis dari yang paling sederhana.

INSPIRASI USAHA

TREND INDUSTRI RETAIL DI INDONESIA

Seperti apa kira-kira masa depan yang akan dilalui oleh retailer di Indonesia ? Yang pasti masa depan akan lebih keras persaingannya. Pastinya industri retail akan mempertahankan keunggulan kompetitifnya, retailer akan beroperasi dengan bentuk organisasi yang lebih ramping dan effisien. Pada masa datang retailer akan beroperasi dengan gross margin yang lebih rendah, biaya operasional yang lebih kecil, lebih sedikit inventori dengan perputaran barang yang lebih cepat.

Sementara trend konsumen masa depan cenderung menuntut kemudahan pelayanan yang praktis yaitu Pay Less, Expect More, Get More. Konsumen masa depan adalah konsumen yang memiliki ekpektasi yang lebih tinggi, meminta lebih banyak, menginginkan kualitas dan jaminan yang lebih tinggi dan konsisten, lebih banyak pilihan, toko yang lebih nyaman dan pelayanan yang lebih bernilai, namun dengan membayar lebih murah, waktu lebih cepat, sedikit usaha dan resiko lebih rendah. Dapat diperkirakan, kompetisi selanjutnya, tidak hanya pada harga, namun menyangkut variable lain yang berkaitan dengan value atas pengalaman belanja konsumen. Beberapa trend yang sudah dan akan terus terjadi di Indonesia telah memberikan dampak bagi industri retail diantaranya ditandai oleh  Gelombang masuknya retailer asing, Evolusi ke Format  retail Baru, Meningkatnya keluarga dengan double income (suami-istri bekerja), Pertumbuhan kota-kota satelit disekeliling kota besar, Mobilitas yang semakin tinggi dan waktu luang yang semakin sedikit,  Perkembangan sarana teknologi telekomunikasi dan pertukaran data, dst.

Secara kasar terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam 20 tahun terakhir ada kecenderungan bisnis sampingan yang dapat dilakukan oleh perempuan yang notabene sebagai setiap dengan melibatkan 53 juta orang di seluruh dunia.  Bisnis kerja dari rumah menjadi trend yang sangat diminati, karena biaya operasional yang rendah, mengurangi pajak, gaji karyawan dan lain-lain NAMUN memberikan penghasilan yang luar biasa.  Nilai Industry Global saat ini sudah mencapai 100 milyar USD.  Luar biasa, kan?  Walaupun pertumbuhannya sedemikian cepat, namun ini semua baru saja dimulai.  Momentumnya akan terus berkembang dan peluangnya masih terbuka lebar untuk berada dalam trend bisnis ini.

Trend:

  • 1950 an: Baby Food
  • 1960 an: Fast Food
  • 1970 an: Car
  • 1980 an: Real Estate
  • 1990 an: PC & Internet
  • 2005     : Anti-Aging Wellness

Begitu pula akan halnya dengan trend bisnis besar yang berorientasi pasaran eksport disekitar saya [Kasongan Bantul]

  • 1980 an : Kulit
  • 1990 an : Keramik + Bunga Kering
  • 2000an : Keramik + Patung Asmat
  • 2005an : Onyx [batu]
  • 2005an : Kayu Natural [ukir and old wood renewal art]
  • 2010an : Batik

catatan : bisnis kreatif harus bisa memadukan dan mengikutinya seperti halnya kerajinan keramik di kasongan yang hampir semua trend diatas diikuti dengan pola paint brush yang menghiasi mulai dari pola stone, flower, ukiran, onyx dan sampai sekarang batik

INSPIRASI USAHA

APA KATA MEREKA YANG BEKERJA DIRUMAH

Saya mulai bekerja dari rumah saat saya dalam kondisi bangkrut.  Bisnis yang saya miliki sebelumnya mengalami kerugian yang sangat besar – karena kondisi krismon di tahun 98.  Kami harus menjual mobil & rumah untuk menutupi hutang ke bank dan kami mulai betul-betul masih dalam kondisi berhutang ke bank.  Dengan sistem ini, yang saya alami benar-benar diluar dugaan!  Dalam 90 hari pertama, saya menghasilkan Rp 50 juta dan membuat kami lebih serius untuk melakukannya.  Saat ini, apa yang kami terima melebihi dari apa yang kami bayangkan ketika bergabung dulu.  Kami memiliki rumah, apartemen, ruko, perjalanan ke luar negeri bersama keluarga kapanpun kami mau – bisa kami bisa lakukan.  Dengan sistem bekerja dari rumah rata-rata penghasilan saya setiap bulan sebesar Rp 210 juta, dan ini baru permulaan !


Wicaksono – Jakarta – mantan karyawan

Saya menemukan konsep untuk mulai bekerja dari rumah saat saya masih bekerja.  Latar belakang saya dari Perbankan. Tepatnya di awal tahun 2001, saya sedang mencari suatu cara yang memungkinkan saya untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sehingga saya bisa menabung untuk menikah.  Yang saya alami benar-benar diluar dugaan!  Saya mulai untuk bekerja dari rumah dengan harapan menghasilkan Rp. 1 juta ekstra.  Yang terjadi adalah, di minggu pertama, bekerja dengan part-time, saya menghasilkan Rp. 4,2 juta!  Bulan pertama, masih dengan part-time, saya menghasilkan Rp. 11,2 juta rupiah, dan total dalam 3 bulan, saya menghasilkan Rp. 35 juta! Dan itu hampir 7 tahun yang lalu.  Inilah yang saya sebut The Magic of Part Time Income ! Saya dibimbing langkah demi langkah dengan support systemnya.  Bekerja dari rumah memungkinkan saya untuk memiliki waktu lebih banyak dengan anak perempuan saya, Fadhillah Az Zahra (Dara) yang saat ini berusia hampir 4,5 tahun, kemudian memungkinkan saya untuk menentukan waktu saya sendiri dan apa yang saya kerjakan tanpa harus berada dalam kemacetan, karena meja kerja saya berjarak hanya 3 meter dari kamar tidur saya.  60 hari terakhir, penghasilan saya Rp 40 juta – dan saya yakin dengan system ini penghasilan saya akan meningkat dalam 90 hari ke depan.


Kunto Wibisono – Jakarta – mantan mahasiswa

Saya mulai bisnis ini saat saya masih menjadi mahasiswa di Filipina. Karena kondisi Asia sedang dalam krisis moneter, saya mencari suatu cara yang memungkinkan saya untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sehingga saya bisa kembali ke Indonesia.

Sambil kuliah, saya mulai secara paruh waktu dengan harapan menghasilkan Rp. 500.000 extra.  Ternyata, dengan support system yang sangat mudah dan sederhana untuk dilakukan, di bulan pertama saya menghasilkan Rp. 3,2 juta!  Bulan ke 2, masih dengan part-time, saya menghasilkan Rp. 6 juta rupiah, dan bulan ke 3, saya menghasilkan Rp. 7,5 juta!  Yang luar biasa, dalam 60 hari terakhir saya menghasilkan Rp 23.500.000  Saat ini, waktu saya lebih banyak untuk keluarga dan saya betul-betul menikmatinya!


Marina & Marvin – Jakarta – mantan karyawan

Kami mulai bekerja dari rumah saat Marina masih bekerja sebagai seorang Akuntan Publik.  Sewaktu kami memulai, Marvin adalah lulusan SMA yang sedang tidak bekerja karena kantornya mengalami krismon.  Kami ikuti support systemnya dengan serius, baik secara lokal maupun internasional.  Event internasional yang kami ikuti di Paris, membuka mata kami agar lebih serius lagi melakukan ini.  Dan setelah event tersebut, kami pulang ke Indonesia – mengerjakan ini secara Full Time.  60 hari terakhir, penghasilan total kami hampir mencapai Rp 250 juta – dan kami senang sekali!


Mulyo Hadi & Nancy – Jakarta – pensiunan Polisi & Ibu RT

Kami mulai Bekerja dari Rumah saat Nancy berumur 50 tahun.  Mulyo Hadi adalah Brigadir Jenderal Polisi yang tidak lama lagi memasuki masa Pensiun.  Alasan kami memulai ini karena kami membutuhkan uang tambahan sekitar Rp. 5 juta/bulan untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya kuliah 6 orang anak kami berdua.  Berkat support systemnya, di minggu pertama secara paruh waktu, kami menghasilkan Rp. 3,5 juta!  Dibulan itu juga kami menghasilkan Rp.12 juta, dan total selama 2 bulan, kami menghasilkan Rp 25 juta.  Sekarang kami bekerja secara penuh waktu dan dengan demikian kami bisa memiliki waktu lebih banyak untuk membesarkan anak bahkan mulai saya ajari mereka untuk mendapatkan penghasilan sendiri.  Dan penghasilan kami saat ini tidak kurang dari Rp. 45 Juta per bulan.


Suhaimi – Jakarta – mantan supir taksi

Pertama kali saya mengenal bisnis ini dari seorang ibu yang menumpang taksi saya.  Lalu si Ibu bertanya mengenai penghasilan saya sebagai supir taksi.  Dengan jujur saya katakan bahwa itu tergantung keadaan.  Jika ramai bisa dapat 50 ribu sehari, tetapi jika lagi sepi, hanya dapat 25 ribu sehari.  Sang Ibu lalu menawarkan peluang untuk berpenghasilan antara 5 – 10 juta setiap bulan tanpa harus meninggalkan profesi Beliau sebagai supir taksi.  Tanpa ragu sedikit pun saya langsung mau.  Saya lalu diundang untuk melihat lebih jauh, dan dari training-trainingnya saya berkenalan dengan orang-orang yang sudah sukses dan belajar bagaimana caranya melakukan bisnis ini.  Kendala pada saat itu cuma satu: tidak punya uang! Bahkan uang untuk beli makan siang pun tak punya!  Ibu itu tersenyum dan berkata bahwa itu sama sekali tidak masalah. Beliau mengajarkan bagaimana caranya dalam 3 jam mengerjakan ini, dan luar biasa – dalam waktu 6 jam saya bisa menghasilkan Rp 4,2 juta saja dari dalam taksi saya !  Saya sungguh menikmati bisnis baru saya.  Saya tidak perlu lagi rebutan penumpang sama taksi-taksi yang lain.  Kini berkat sistem Bekerja Dari Rumah, saya sudah punya 2 taksi, anak saya baru saja membeli sepeda motor RX King dan harapan istri saya untuk renovasi rumah pun tercapai.  Dengan sistem ini, saya nggak perlu narik taksi lagi.  Hanya dengan 1 jam saja, saya sudah dapat uang setoran sehari sih !  Saat ini rata-rata penghasilan saya setiap bulan berkisar antara Rp 18-22 juta.

INSPIRASI USAHA

MENGIDENTIFIKASI TREND BISNIS

Perubahan akan selalu terjadi. Meskipun tidak ada cara mudah untuk menghadapi perubahan, konsekuensi dari berpura-pura tidak ada dan tidak terjadi perubahan akan menghasilkan bencana.

Untuk membuat strategi yang efektif, perusahaan harus dapat mengenali trend (kecenderungan) yang terjadi dengan cepat. Dalam mengenali trend dibutuhkan kemampuan seorang manajer untuk mempelajari, memahami dan mengambil keuntungan dari perubahan temporer yang sedang terjadi. Hal ini memberikan seorang manajer lahan baru untuk dijelajahi dan hanya manajer yang dapat mengenali trend yang dapat menguasainya.

Pengenalan trend secara akurat dapat membantu analisa bisnis dan mempersatukan kebiasaan konsumen, mengurangi ketidakpastian, dan melihat kesempatan baru. Sebagai contoh, Sam Walton, founder dari Wal-Mart, melihat meningkatnya trend self-service pada tahun 1960-an dan memanfaatkan hal tersebut sebelum yang lainnya. Pelanggan menginginkan pelayanan sendiri agar dapat membeli barang dengan harga rendah. Sebagai hasilnya, Wal-Mart mendapat kontribusi market share yang signifikan. Di saat yang sama, kurangnya tenaga kerja pada industri membuat toko-toko retail (kelontong) sulit mendapat dan mempertahankan pegawai yang baik. Pelayanan yang kurang memuaskan dan minimnya pengetahuan produk dari pegawai retail mempercepat trend self-service pada konsumen.

Pada saat sekarang, teknologi telah menggeser kekuatan ke konsumen. e-Commerce telah merubah saluran yang sebelumnya digunakan oleh konsumen dan bisnis untuk membeli dan menjual barang dan jasa. Electronic channel atau e-channel menyediakan saluran kepada penjual untuk berinteraksi dengan konsumen global, kemampuan untuk beroperasi dengan infrastruktur minimal, mengurangi biaya pengeluaran tambahan, dan skala ekonomi yang lebih besar; konsumen, lebih luas dalam pilihan, kenyamanan, dan harga yang bersaing.

Manajer yang cerdas harus mampu mengenali trend sebelum trend menjadi mainstream. Karena dibutuhkan bertahun-tahun untuk mengendalikan perusahaan besar ke arah yang baru, manajer harus mampu mengenali hambatan yang ada jika tidak menghendaki perusahaannya hancur. Pengenalan trend sekarang telah menjadi ”sebuah rencana atau yang direncanakan.”

Ravi Kalakota & Marcia Robinson mendeskripsikan bahwa ada 20 trend besar yang mengendalikan organisasi untuk menjadi perusahaan dengan e-business.

Kategori Trend: Pelanggan

1. Pelayanan yang cepat (faster service)

Pelanggan memperhatikan waktu dari pelayanan sebagai alasan melakukan bisnis dengan suatu perusahaan. Pelanggan membenci penundaan, atau menunggu untuk mendapat layanan. Dengan adanya aplikasi dari e-business akan mempercepat pelayanan yang dapat diberikan kepada konsumen

2. Swalayan (self-service)

Pemicu dari motif swalayan sangatlah jelas. Keinginan konsumen dapat berbelanja kapan saja, dimana saja, selama tersambung dengan internet. Waktu yang dihabiskan untuk perjalanan ke mall berkurang, susahnya mencari tempat parkir, hingga kemacetan lalu lintas.

3. Beragam pilihan (more products choices)

Seiring dengan meningkatnya daya dan perhatian konsumen, perusahaan berusaha menyediakan berbagai variasi produk dan jasa, beserta kustomisasi produk.

4. Solusi terintegrasi (integrated solutions)

Perubahan selera konsumen dari yang sebelumnya “memilih yang terbaik” menjadi terintegrasi. Konsumen tidak lagi butuh retail lain atau toko lain yang memberikan yang terbaik, konsumen menginginkan layanan bisnis yang terintegrasi model one-stop-shopping.

Kategori Trend: e-Service

1. Penjualan & layanan (integrated sales & service)

Konsumen sekarang menginginkan informasi yang cepat, akurat, konsisten dan mereka mengharapkan layanan sebelum dan sesudah membeli. Layanan kepada konsumen harus dimulai sebelum membeli dan melekat pada setiap interaksi perusahaan dengan konsumen atau calon konsumen.

2. Dukungan yang tanpa celah (seamless support)

Membuat layanan konsumen yang mudah dan berorientasi terhadap solusi adalah sebuah trend yang sangat penting dalam bisnis. Pada bisnis yang berfokus kepada konsumen, seorang manajer harus memahami, bahwa konsumen menghargai waktu mereka, dan konsumen semakin tidak toleran terhadap layanan yang kurang memuaskan. Perusahaan perlu mengadopsi aplikasi layanan konsumen yang terintegrasi yang menangkap data tentang relasi terhadap seluruh pelanggan.

3. Jasa pengantaran yang nyaman dan persyaratan yang fleksibel (flexible fullfilment & convinient service delivery)

Konsumen menginginkan semua serba cepat. Jadwal yang padat pada rutinitas konsumen memaksa perusahaan untuk memproduksi produk dan layanan yang inovatif. Supply Chain Management adalah solusi, lebih dekat kepada konsumen, mengurangi pemborosan dalam supply chain (waktu, persediaan, dsb), akses informasi real-time dengan konsumen, dan membentuk rekanan dengan koordinasi virtual.

4. Meningkatkan keterbukaan proses bisnis (increased process visibility)

Process visibility berarti menyediakan konsumen terhadap akses yang akurat, terhadap informasi waktu tentang status order, penetapan harga produk, dan ketersediaan produk. Meningkatkan keterbukaan mempunyai dampak yang signifikan dalam menciptakan permintaan (demand), sebagaimana memberi dampak yang sama dengan mempertahankan konsumen.

Kategori Trend: Organisasi

1. Pemberdayaan dari luar (outsourcing)

Iklim bisnis modern menginginkan perusahaan untuk lebih fleksibel agar dapat bertahan. Fleksibilitas terkadang tercermin pada keputusan perusahaan untuk melakukan outsourcing terhadap beberapa proses bisnis. Outsourcing memberikan fondasi atas penciptaan perusahaan virtual, inti dari konsep e-business.

2. Kontrak produksi (contract manufacturing)

Trend terhadap speliasi mengharuskan perusahaan untuk berfokus dengan hal yang terbaik yang dapat dilakukan. Tujuan dari perusahaan untuk memindahkan dari fokus terhadap modal atau asset-intentsive (manufacturing), ke fokus terhadap pengetahuan dan marketing-intensive (marketing). Untuk mencapai pemanfaatan aset yang lebih baik, perusahaan menggunakan teknologi untuk memisahkan marketing dari manufacturing secara global.

3. Distribusi virtual (virtual distribution)

Jalur distribusi baru telah muncul yaitu distribusi virtual. Perusahaan semacam ini menyatukan informasi marketing dan produk lalu membuat sebuah pasar efisien yang sebelumnya tersebar di berbagai tempat. Dengan menggabungkan mekanisme distribusi dan transaksi untuk menguasai suatu pasar, distributor virtual memanfaatkan kemampuan web dalam menciptakan suatu pasar efisien yang tidak hanya dapat menghubungkan pembeli dan penjual, namun juga teknologi, informasi, dan aktivitas dagang.

Kategori Trend: Tenaga Kerja

1. Mempekerjakan yang terbaik (hiring the best and brightest)

Perusahaan besar yang mulai merambah e-commerce mengalami kesulitan untuk merekrut karyawan yang berbakat. Perusahaan harus dapat memanfaatkan penggunaan teknologi sebaik mungkin untuk menarik dan merekrut para kandidat berbakat.

2. Mempertahankan karyawan berbakat (keeping talented employees)

Mempertahankan budaya kerja yang dapat mengarahkan pada kesuksesan dan inovasi bukan lagi suatu syarat yang harus dipenuhi untuk perusahaan, melainkan suatu keharusan dalam dunia e-business. Cara kuno dalam memerintah dan mengontrol para karyawan yang berbakat tidak lagi diinginkan. Keterbukaan jalur karir dan transparansi sangat dinantikan oleh para karyawan.

Kategori Trend: Teknologi Perusahaan

1. Aplikasi perusahaan yang terintegrasi (integrated enterprise applications)

Integrasi adalah bagian yang sulit. Selama beberapa dekade telah ditunjukkan bahwa perusahaan yang menginginkan optimasi proses bisnis akan melakukan integrasi dalam segala fungsi. Dan hal ini akan terus berlanjut ke masa depan, paket-paket software untuk integrasi perusahaan pun telah banyak bermunculan seperti SAP dan PeopleSoft yang membantu perusahaan dalam proses integrasi tidak hanya pada fungsi perusahaan, namun juga dengan pihak eksternal yang berhubungan dengan perusahaan, seperti supplier, partner, dan pelanggan.

2. Integrasi saluran (multichannel integration)

Integrasi layanan berarti menyediakan standar layanan pelanggan berkualitas tinggi disemua saluran. Pelanggan tidak peduli di saluran mana akan berhubungan dengan perusahaan mereka menginginkan layanan dengan kualitas yang sama karena itu integrasi saluran merupakan suatu hal yang penting. Integrasi saluran (multichannel integration) merupakan suatu yang penting, karena adanya distribusi informasi tentang bisnis dan transaksi yang akan memberikan kemudahan untuk berbagai pelanggan, dimana saja, kapan saja.

3. Aplikasi penghubung (middleware)

Untuk mempertemukan bisnis dan teknologi terkadang diperlukan suatu aplikasi penghubung (middleware), beberapa sebab diperlukannya aplikasi penghubung antara lain karena sistem lama yang tidak memungkinkan atau sulit untuk diganti sehingga diperlukan aplikasi penghubung antara sistem lama dengan sistem baru yang akan dipasang.

Kategori Trend: Teknologi Umum

1. Aplikasi web nirkabel (wireless web applications)

Bisnis di masa depan lebih berbentuk mobile, terintegrasi dan personal. Dengan semakin menjamurnya infrastruktur nirkabel, era baru pemanfaatan berbagai gelombang udara untuk melakukan bisnis antara konsumen dan perusahaan. Aplikasi wireless yang begitu nyaman, mudah dan bermanfaat ini akan banyak membantu dalam mengatur bisnis, mengelola jadwal pribadi, pengiriman e-mail, telepon, hingga mencari restoran yang terbaik tanpa berjalan kaki. Permintaan untuk lebih mobile, dan produktif dengan didukung dengan teknologi nirkabel akan menciptakan permintaan yang cukup besar terhadap aplikasi nirkabel.

2. Aplikasi informasi dan komputer tangan (handheld computing & information appliances)

Industri aplikasi informasi dan komputer tangan telah tumbuh dengan pesat. Para konsumen meminta akses informasi yang lebih mudah, lebih kritis, personal, dan profesional. Peningkatan kebutuhan untuk produktivitas dan konektivitas ”kapan saja , dimana saja” telah memberikan jalan pada alat-alat komunikasi yang mudah digenggam.

3. Konvergensi infrakstruktur (infrastructure convergence)

Trend besar dalam infrastruktur untuk e-business adalah penggabungan dari berbagai data dan jaringan. Telepon, TV, nirkabel, dan komputer saat ini merupakan aplikasi yang terpisah satu sama lain, sebuah sistem yang berdiri sendiri. Hal tersebut sebenarnya dapat digabunggkan dengan menggunakan jaringan berbasis Internet Protocol (IP), sehingga semua sistem dapat tergabung menjadi satu agar dapat berbagai informasi dengan lebih cepat dan murah.

4. Penyedia jasa aplikasi (application service provider)

Pengambilan keputusan dalam penggunaan aplikasi informasi perusahaan telah berkembang, yang dulunya make versus buy, sekarang berubah menjadi make versus buy versus rent. Kebanyakan perusahaan yang ingin mengimplimentasikan aplikasi internet harus merancang aplikasi sendiri atau memodifikasi dari paket yang telah ada, sehingga menyebabkan implementasi menjadi sangat mahal. Trend ASP (Application Service Provider) menciptakan sebuah kesempatan dalam pasar bagi yang dapat menyediakan satu sumber solusi yang dapat mengkombinasikan berbagai software hardware dari supplier, integrasi sistem, dan komunikasi berbasis internet dalam satu layanan yang terintegrasi.

Dalam dunia e-business, inovasi berarti mengenali trend dan memanfaatkannya terlebih dulu. Dua puluh trend yang telah dijabarkan mengandung empat ancaman umum, yaitu:

1. Kenyamanan (convinience). Trend ini berdampak pada perilaku swalayan konsumen dan kemudahan penggunaan

2. Keefektifan (effectiveness). Trend ini berdampak pada lingkungan dan pelanggan perusahaan

3. Efisiensi (efisiensi). Trend ini berdampak pada struktur internal perusahaan dan aktivitas operasi perusahaan

4. Integrasi (integration). Trend ini berdampak pada konsolidasi model one-stop-shopping

Tujuan jangka panjang semua bisnis adalah keefektifan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Sayangnya, kebanyakan perhatian dan waktu manajemen lebih banyak tersita pada desain internal agar operasional sehari-hari perusahaan lebih efisien.

INSPIRASI USAHA

Trend Rok Mini

Kalau bicara soal Rok mini dan Hot Pants pasti yang terbayang dalam pikiran kita adalah kata seksi, cewek cantik dengan body yang yahud, berkaki jenjang, putih dan mulus. Tren mode Hotpants dan Rok mini memang akhir-akhir ini sangat digandrungi para gadis belia (yang udah tua juga ada kok). Tidak hanya dalam sebuah even khusus atau waktu khusus saja kita melihat cewek seksi yang menggunakan Hot Pants dan Rok mini namun disetiap tempat dan waktu seringkali paha pulus itu nampak dalam balutan Rok mini yang seksi.

Apalagi hal ini didukung oleh cuaca disebagian wilayah Indonesia yang cukup gerah, jadi menggunakan hot pants untuk sehari-hari bahkan untuk bepergian adalah sebuah kenyaman bagi para kaum hawa. Hal ini sudah tidak menjadi sebuah pandangan yang aneh lagi karena tren Rok mini dan Hotpants memang sudah sangat familiar di Indonesia.

Menurut sejarahnya Rok mini mulai terkenal pada tahun 1960-an dan Hot pants menyusul pada tahun 1970-an. Mini lebih dulu ditangani oleh perancang Prancis Andre Couregges bahkan disebut sebagai Father of the mini, namun saat ini telah dihadirkan kembali dalam berbagai bentuk dan gaya. Untuk di Indonesia sendiri tren rok mini dan hot pants timbul dan tenggelam. Hot pants dan celana pendek pernah sangat booming pada tahun 80-an dan sekarang kembali hadir dengan variasi yang lebih unik dan menarik. Kalau boleh jujur yang menarik dari tren Rok mini dan Hotpants adalah pemakainya. Karena para umumnya para pemakai Rok mini dan Hot pants adalah para gadis cantik yang memiliki kaki jenjang dan mulus.

Kehadiran kembali Hotpants dan Rok mini tentunya juga dipengaruhi oleh tontonan TV dan sinetron dengan gambaran banyak artis wanita yang menggunakan hot pants dan rok mini dalam berbagai kesempatan. Dan hal tersebut langsung diresponi dengan baik oleh para pemilik toko dan distro untuk menyediakan tren anak muda ini. Jadi segala hal sangat berhubungan dengan hadirnya kembali tren Hotpants dan Rok mini di Indonesia. Segala tren dan mode tentunya harus dicocokkan dengan karakter dan kepribadian pemakainya.

Jangan memaksakan sebuah tren hanya karena agar terlihat tidak ketinggalan jaman atau ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan. Selama hal tersebut nyaman dan cocok sih silahkan saja karena tren mode ibarat sebuah perputaran yang bisa datang dan pergi setiap saat.

INSPIRASI USAHA

MEMULAI BISNIS

Kerjakan apa yang anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil. Jadi sangatlah penting jika anda sangat menikmati secara mendalam apa yang anda kerjakan.

Mulailah bisnis anda ketika anda masih bekerja sebagai karyawan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika anda memasuki proses memulai bisnis. Dan, ini yang paling penting, anda bisa lebih berani mengambil langkah-langkah bisnis yang diperlukan.

Kerjakan bisnis anda dengan dukungan keluarga atau teman. Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide atau mendengar secara simpatik sangat tidak ternilai harganya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu anda tetap fokus pada target bisnis dan menambah keyakinan anda berbisnis.

Terakhir, Tetap Semangat!! Jaga semangat berbisnis anda setiap detik, menit dan jam di perjuangan kebebasan finansial anda dan keluarga tercinta. Ingat, anda sudah sukses dengan berani memulai bisnis, kemajuan bisnis anda tinggal perkara waktu saja.

Raih Segera Pasar di Tempat Anda, Sebelum Orang Lain Meraihnya !!!Slogan diatas kelihatannya hanya ditujukan pada mereka yang punya modal besar, untuk merka yang berkantong cekak alias pas-pasan, slogan diatas jauh dari jangkauan. Sebenarnya tidak !!! Karena secara prinsip “Pasar” itu milik semua orang, siapa saja. Amati dan perhatikan kalimat berikut : “bursa saham”, “bursa komoditi”, “bursa lapangan kerja” dll yang menggunakan kata “bursa”. Kenapa menggunakan kata “bursa” bukan “pasar”?. Toh artinya juga sama : “pasar saham (modal)”, “pasar komoditi”, “pasar lapangan kerja”?. Biar lebih keren, barangkali. Nah secara prinsip, bila kita memiliki pengetahuan yang luas, tentang ritel menejemen misalnya, maka pasar apapun dapat kita raih. Dengan Pengetahuan tentang “Ritel”, kita dapat meraih “pasar” modal (bagi yang hobi menginvestasikan dananya dibidang saham), dapat pula meraih pasar dalam arti bergerak langsung dibidang ritel (bagi mereka yang berjiwa entrepreneur), dan bagi yang tidak masuk dalam kedua kategori, dengan pengetahuan tentang “Ritel”, pasar tenaga kerjalah yang dapat diraih, apalagi dengan masuknya investor asing di bidang ritel, lapangan pekerjaan pada sektor ritel menjadi sangat besar.

Prinsipnya 5 W + 1 H5

Langkah Memulai Bisnis Ritel, tidak semata-mata karena pengalaman pribadi (karena buku ini bukan biografi), penulisan buku ini juga berdasarkan pada rujukan dari buku-buku yang ditulis oleh para pakar dibidang ritel, yang kalo anda baca semua akan menyita waktu, biaya dan pikiran anda, juga belum tentu buku-buku tersebut tersedia di toko buku yang ada di kota anda. Dengan adanya buku ini langkah anda untuk meraih pasar dibidang ritel menjadi lebih praktis dan efisien. Mungkin anda akan bertanya, “Apakah semua pengetahuan tentang ritel, sudah dicoba diparktekan ?. Aya jawab : Sudah !!! dan anda bisa buka di tab Outlet.

Mereka – mereka yang mengawali di bisnis jaringan ritel bersama saya, kini tengah menikmati hasilnya di Tempatnya Masing – Masing, Mereka sudah meraih pasar jauh sebelum orang lain berupaya meraihnya, maka raihlah uang yang melimpah dengan menjadi peritel yang pertama di tempat Anda.

INSPIRASI USAHA

MENJAJAGI PASAR

Seberapa Besar Pasar di Sekitar Kita ? Jawabnya = Besaaaar Sekaliiiiii

Kenapa saya katakan besaaaar sekaliiii, karena itulah kenyataannya, Tidak Percaya ?, Cobalah sekali-kali anda jalan-jalan pada pagi hari sambil olah raga. Amati aktivitas ekonomi yang terjadi pada waktu pagi. Dari situ akan tampak kebutuhan apa saja yang diperlukan masyarakat sekitar diwaktu pagi dan berapa uang yang berputar saat itu. Satu contoh kasus adalah kesibukan di Pasar Senen – Jakarta di waktu pagi menjelang subuh, uang yang berputar dari sektor perdagangan kue basah (hanya kue basah saja) jumlahnya melebihi 1 milyar, hanya dalam rentang waktu 2 sampai 4 jam saja, dan nol koma berapa persen kita bisa ambil bagian pada sektor itu ?. Nol Persen !!!. Kenapa Nol Persen ?, Karena Kita tidak pernah memulai bahkan mengawali dalam meraih pasar disana. Sekarang bagaimana dengan pasar disekitar Anda ? Seberapa besar perputaran uangnya dari pagi hingga malam ? Jika Anda sudah tahu, apakah Anda akan diam saja, sementara orang lain dengan waralabanya tengah berusaha meraihnya, kalo itu yang terjadi, bersiap-siaplah Anda jadi penonton. Bukan pemain, sekali lagi saya katakan, Anda Bukan Pemain !!! Tidak masalah disektor mana Anda menjadi pemain di belantara bisnis ritel Indonesia yang nyaris tanpa wasit (main bola kali, pakai wasit segala), intinya yang penting Anda jadi pemain walaupun kecil perannya

Saya Tahu, Tapi Saya Tidak Tahu Banyak dari kita mengatakan Saya Tahu, yang artinya hanya sekedar tahu. Mereka mengatakan “Saya tahu didepan rumah saya ada bukit dengan tumpukan batu alam yang exotis”, Apa yang dapat dilakukan kalau hanya sekedar Saya Tahu ?, tidak ada samasekali, tumpukan batu alam akan tetap tumpukan batu alam, tidak akan pernah menjadi sebuah komoditi ekonomi yang menggiurkan. Kenapa ? karena Saya Tidak Tahu. Mari kita bayangkan seandainya yang mereka katakan adalah “Saya tahu didepan rumah saya ada bukit dengan tumpukan batu alam yang exotis dan saya juga tahu bagaimana mengolahnya untuk menjadi komoditi ekonomi”. Luaaaaar biasa, karena Dia tahu dan tahu bagaiman caranya, maka Dia akan jadi pengusaha tambang batu alam. Pasti Sukses ? Belum Tentu, karena Dia baru tahu mengolahnya, Dia belum tahu pasarnya, harga optimalnya.
Sekarang Anda sudah tahu, maka luangkan waktu sejenak saja untuk terus membaca, karena ini akan menjadi TITIK BALIK kehidupan Anda. Titik balik menuju pemain ritel profesional di rumah Anda Sendiri. Titik balik untuk meraup keuntungan yang melimpah dari pasar disekitar Anda. Langkah awalnya sebenarnya simpel, hanya mungkin Anda belum tahu caranya, Secara prinsip untuk memulai bisnis Ritel hanya diperlukan 5 Langkah SBB:

Pertama Anda punya tempat, dan tentunya kemauan dan saya yakin ketika Anda masih membaca ini, berarti anda sudah mulai punya kemauan.

Kedua, Anda harus mencari Produk yang akan dijual, dalam benak anda mungkin terbersit, ” ya iya lah, orang mau dagang yang harus punya barang yang mau dijual”. Anda Benar. Persoalannya tidak sesimpel itu dan tidak serumit “menjual ice cream di kutub utara” Kemampuan memilih produk yang sesuai dengan pasar itulah yang harus dipelajari lebih detil, sesuai dengan posisioning bisnis ritel Anda.

Ketiga, Price atau Harga, penetapan harga jual yang sesuai dengan kemampuan pasar, dengan dasar pencapaian Profit Margin yang proporsional dan optimal. Dalam penetapan harga jual ada trik-trik sehat yang bisa meningkatkan omset penjualan, kita harus pahami karakter belanja konsumen, biasanya pembeli kalau membeli mie instan, juga membeli saos dan kecap, dari ketiga produk yang akan dibeli secara bersamaan oleh konsumen, tidak harus ketiga barang tersebut di ambil labanya.

Keempat, Promosi, sangat penting, konsumen mengenal Anda dari promosi, baik itu lewat media atau lewat informasi personal yang dalam hal ini adalah konsumen.

Kelima, Service atau pelayanan, adalah kemampuan Anda dalam membina sumber daya manusia yang mengelola Bisnis Ritel Anda.

INSPIRASI USAHA

AGENDA JANGKA PENDEK :

NANTIKAN INSPIRASI BISNIS TERBARU SAYA MELALUI KLINIK KONSULTASI BISNIS YANG HASILNYA AKAN DISIARKAN DI BEBERAPA RADIO DI YOGYAKARTA MELALUI DUET BARENG LPKM [LEMBAGA PENJAMINAN KREDIT MIKRO] YANG MEMBAHAS SECARA MENDALAM KARAKTERISTIK ENTREPRENEURSHIPNYA BERSAMA MITRA [PERBANKAN] YANG MEMBAHAS PILIHAN SKIM KREDIT YANG DITAWARKAN OLEH BI DAN SEPUTAR TATA CARA APLIKASI KREDIT.

INSPIRASI USAHA – INSPIRASI USAHA -INSPIRASI USAHA -INSPIRASI USAHA -INSPIRASI USAHA -INSPIRASI USAHA -INSPIRASI

Responses

  1. ‘PELUANG USAHA MODAL SANGAT KECIL’
    Bagi agan-agan yang ingin membuka usaha
    Tapi bingung ingin membuka usaha apa dan hanya mempunyai modal kecil
    Tak usah bingung,silahkan buka usaha pembayaran online
    “ppob /online nasional”
    Satu deposit bisa melakukan transaksi berikut:
    Seperti listrik,tiket pesawat, tiket ka ,pln,pdam, telepon, speedy, kartu kredit, tv kabel, pulsa, kredit multifinance, dll secara mudah, murah namun tetap dengan dukungan teknologi yang handal dan sistem bisnis yang fleksibel dan menguntungkan.
    Hanya bermodal ‘rp.100.000,’
    info lengkap Hubungi : http://www.fastpaynasional.com
    Hp:081335640101


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: